Lenteraindonesia.net | TANGERANG SELATAN – Upaya renovasi total gedung SDN Pondok Pucung 04, Kota Tangerang Selatan, hingga kini belum mendapatkan persetujuan untuk direalisasikan. Namun demikian, sejumlah kerusakan pada bangunan sekolah dipastikan akan segera ditangani melalui program pemeliharaan dan perawatan yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pekan depan.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Cipta Karya yang dilangsungkan di Halaman SDN Pondok Pucung 04. Jum’at, (19/06/26). Membahas tindak lanjut usulan renovasi gedung sekolah yang sebelumnya telah diajukan sejak beberapa tahun lalu.
Perwakilan Dinas Pendidikan melalui staf Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras), Tata, yang berada di bawah koordinasi Kasi Sarpras Rudi Ahong, menjelaskan bahwa proposal renovasi total yang diajukan pihak sekolah pada tahun 2022 melalui Bidang SD tidak ditemukan dalam data yang ada di lingkungan Bidang SD.
Menurutnya, pihak Bidang SD tidak mengetahui keberadaan proposal tersebut karena tidak tercatat dalam administrasi yang dimiliki saat ini.
“Untuk proposal renovasi total tahun 2022 yang diajukan pihak sekolah melalui Bidang SD, kami tidak menemukan dokumen tersebut di data Bidang SD sehingga tidak diketahui proses lanjutannya,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait proposal kedua yang diajukan pada tahun 2025, Dinas Pendidikan membenarkan bahwa usulan tersebut telah diteruskan kepada Dinas Cipta Karya melalui bidang terkait.
Namun, berdasarkan dokumen yang diterima Dinas Cipta Karya, usulan tersebut bukan berupa renovasi total atau rehabilitasi berat, melainkan hanya pemeliharaan dan perawatan bangunan sekolah.
“Dinas Cipta Karya hanya menindaklanjuti usulan yang diajukan oleh Dinas Pendidikan. Dalam dokumen yang diterima, usulan tersebut berjudul pemeliharaan atau perawatan, bukan renovasi total,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari usulan yang telah disetujui, Dinas Cipta Karya melalui pelaksana teknis akan melakukan sejumlah pekerjaan perbaikan terhadap bagian-bagian gedung sekolah yang mengalami kerusakan.
Beberapa pekerjaan yang direncanakan antara lain perbaikan plafon yang rusak serta penggantian keramik yang pecah dan mengalami kerusakan.
Pelaksanaan pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat agar kondisi bangunan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Insya Allah minggu depan akan mulai dilaksanakan pekerjaan perawatan dan pemeliharaan terhadap bagian bangunan yang mengalami kerusakan,” kata Tata.
Sementara untuk kebutuhan renovasi berat atau renovasi total gedung SDN Pondok Pucung 04, pihak sekolah disarankan untuk kembali mengajukan proposal baru sesuai prosedur yang berlaku.
Usulan tersebut nantinya akan diproses melalui Dinas Pendidikan sebelum dimasukkan ke dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) serta mendapatkan persetujuan DPRD untuk penganggaran pada tahun berikutnya.
Apabila seluruh tahapan administrasi dapat dipenuhi, usulan renovasi total berpeluang masuk dalam perencanaan anggaran Tahun 2027.
Namun demikian, terdapat sejumlah persyaratan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, salah satunya terkait legalitas dan status kepemilikan aset sekolah.
Menurut penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, status tanah dan bangunan sekolah harus dipastikan menjadi aset milik pemerintah daerah dan bukan masih berstatus ahli waris atau kepemilikan pihak lain.
“Untuk renovasi total, sekolah disarankan mengajukan kembali proposal baru. Nantinya akan diproses melalui Dinas Pendidikan, Musrenbang, hingga pembahasan DPRD. Salah satu syarat pentingnya adalah kejelasan status kepemilikan aset sekolah yang harus menjadi milik pemerintah,” jelasnya.
Kondisi bangunan SDN Pondok Pucung 04 sebelumnya menjadi perhatian masyarakat dan orang tua murid karena dinilai membutuhkan perbaikan yang lebih menyeluruh.
Dengan adanya kepastian pelaksanaan pemeliharaan dalam waktu dekat, masyarakat berharap kondisi sekolah dapat segera membaik sambil menunggu realisasi program renovasi total yang diusulkan kembali untuk tahun mendatang.
Masyarakat juga berharap seluruh proses administrasi dan penganggaran dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan renovasi total gedung sekolah dapat segera diwujudkan demi keselamatan dan kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.(***)
Penulis: Red/ Rama
Editor: Adr











