Tujuh Kali Bertugas di Papua, Kawal Timor Timur hingga Jakarta 1998, Dedikasi AKP Syamsul Bahri untuk NKRI Layak Diapresiasi

Lenteraindonesia.net | BOGOR – Di balik berbagai operasi besar Korps Brimob Polri, terdapat sosok-sosok yang mengabdikan hidupnya bagi bangsa tanpa pernah mencari sorotan. Salah satunya adalah AKP Syamsul Bahri, yang kini menjabat sebagai Pasimin Batalyon A Resimen 4 Korps Brimob Polri Kedunghalang, Bogor.

Selama lebih dari 30 tahun berdinas di Kepolisian Negara Republik Indonesia, AKP Syamsul Bahri dikenal sebagai personel yang selalu siap menjalankan penugasan di wilayah dengan tingkat risiko tinggi. Baginya, pengabdian kepada negara merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh loyalitas, profesionalisme, dan keikhlasan.

Pria kelahiran Kauman, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang itu lulus Pendidikan Bintara Polri pada 1993. Berkat dedikasi dan prestasinya, ia kemudian mengikuti Sekolah Perwira pada 2013 dan resmi menyandang pangkat perwira.

Sejak menjalani penugasan operasional pada 1996, AKP Syamsul Bahri telah diterjunkan ke berbagai daerah operasi. Ia tercatat sedikitnya tujuh kali bertugas di Papua, selain mengemban misi di Aceh, Kalimantan, serta sejumlah wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Tak hanya itu, ia juga menjadi bagian dari pasukan terakhir Indonesia yang bertugas di Timor Timur menjelang berakhirnya masa penugasan Indonesia di wilayah tersebut. Pada masa reformasi 1998, ia turut berada di garis depan dalam pengamanan Jakarta guna menjaga stabilitas keamanan nasional.

Selain menjalankan operasi keamanan, AKP Syamsul Bahri juga dikenal mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Dalam setiap penugasan, ia berupaya membangun komunikasi yang baik dengan warga, menjaga keamanan, serta memastikan setiap operasi berjalan secara profesional tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

“Sejak pertama kali mengucapkan sumpah sebagai anggota Polri, saya sudah menanamkan dalam diri bahwa pengabdian kepada bangsa adalah kehormatan tertinggi. Saya tidak pernah memilih medan tugas. Di mana negara membutuhkan, di situlah saya harus hadir,” ujar AKP Syamsul Bahri dalam wawancara, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan sebuah operasi bukan hanya diukur dari tercapainya target tugas, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan masyarakat, anggota, dan terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Penugasan terakhir yang dijalani AKP Syamsul Bahri adalah mengawal sekaligus mengantarkan 750 personel Brimob baru dalam kegiatan penyematan Pin Pelopor.

Namun, setelah menyelesaikan tugas tersebut, musibah menimpanya. Pada 16 Juli 2026 dini hari, kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan saat melintasi kawasan Jembatan Tugu Kujang, Kabupaten Bogor.

Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami patah tulang serius pada kaki kiri dan harus menjalani operasi pemasangan pen. Saat ini, AKP Syamsul Bahri masih menjalani proses pemulihan di kediamannya.

Meski tengah berjuang memulihkan kondisi fisik, semangat pengabdiannya kepada bangsa tetap tidak surut. Ia menegaskan akan terus mengabdi selama masih diberikan kepercayaan oleh negara.

Rekan kerja maupun masyarakat mengenal AKP Syamsul Bahri sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dekat dengan masyarakat, dan tidak pernah membanggakan jasa-jasanya. Hingga kini, ia masih tinggal di asrama dan memiliki rumah sederhana di wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang masih dalam proses cicilan.

Melihat rekam jejak pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade, berbagai kalangan menilai dedikasi AKP Syamsul Bahri layak mendapatkan penghargaan dari institusi Polri maupun pemerintah.

Penghargaan tersebut dinilai bukan semata-mata untuk pribadi AKP Syamsul Bahri, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh anggota Polri yang telah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan keselamatan demi menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (***)

 

 

Penulis: Bais/Isk

Editor: Adr