Lenteraindonesia.net | TANGERANG — Prestasi membanggakan ditorehkan Leia, penari cilik berusia delapan tahun dari Sanggar Tari Mustika Ayu, Kota Tangerang. Ia berhasil meraih Gold Award dan masuk enam besar finalis kategori tari dalam Grand Final Asia All Star Festival yang berlangsung di Zhengzhou, China, pada 16–19 Oktober 2026.
Dalam kompetisi internasional tersebut, Leia membawakan tari Betawi sebagai bentuk pengenalan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga dan Sanggar Tari Mustika Ayu. Di usia yang masih belia, Leia menunjukkan bahwa generasi muda dapat turut melestarikan budaya bangsa sekaligus mengukir prestasi di panggung internasional.
Penampilan Leia melalui tari Betawi menjadi salah satu wujud nyata upaya memperkenalkan kesenian tradisional Indonesia kepada khalayak internasional.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menunjukkan pentingnya pembinaan seni dan budaya sejak usia dini. Melalui tari tradisional, anak-anak dapat mengenal warisan budaya sekaligus mengembangkan kreativitas, kedisiplinan, keberanian, dan rasa percaya diri.
Bagi Sanggar Tari Mustika Ayu, perjalanan Leia merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menempatkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sebagai fondasi utama dalam membina generasi muda.

Mustika, pendiri sekaligus pelatih Sanggar Tari Mustika Ayu, berharap keberhasilan Leia dapat menginspirasi lebih banyak anak untuk mempelajari tari tradisional dan berani menunjukkan kemampuan mereka di panggung yang lebih luas.
Dukungan keluarga, pelatih, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan anak-anak untuk mengembangkan bakat serta meraih prestasi di bidang seni.
Selain pencapaian Leia, Sanggar Tari Mustika Ayu juga menerima sertifikat apresiasi dari penyelenggara. Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan sanggar terhadap pelaksanaan grand final serta komitmennya dalam memberdayakan generasi muda melalui seni.
Prestasi Leia diharapkan membuka peluang apresiasi dan kolaborasi yang lebih luas antara sanggar seni, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung pembinaan talenta sejak usia dini.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan lembaga pendidikan seni yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.
Dari Kota Tangerang, Leia membawa semangat untuk terus mengenalkan tari Betawi dan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia. Prestasinya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar bangga terhadap budaya bangsa dan terus berupaya mengembangkannya.(***)
Penulis: Redaksi KJK
Editor: Adr











