Warga Parung Panjang Minta Pemerintah Beri Solusi Adil soal Truk Tambang

Lenteraindonesia.net I Kabupaten Bogor – Persoalan infrastruktur jalan dan aktivitas truk tambang di wilayah Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan warga. Kondisi jalan di kawasan Desa Jagabaya disebut masih jauh dari layak dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan dokumentasi dan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan tampak rusak parah. Pada siang hari, badan jalan dipenuhi lubang besar yang tergenang air hingga berubah menjadi kubangan lumpur. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

Sementara pada malam hari, kemacetan parah kerap terjadi akibat bercampurnya kendaraan pribadi, angkutan umum, dan truk-truk berukuran besar yang melintas di jalur tersebut.

Meski area tambang material dikabarkan masih ditutup, sejumlah truk tronton disebut tetap beroperasi setiap hari. Salah seorang warga setempat mengungkapkan, terdapat perubahan jenis muatan yang diduga dilakukan untuk menyiasati aturan pembatasan aktivitas tambang.

“Masih beroperasi. Cuma kalau tronton muatannya tanah, bukan material, karena gunung masih ditutup. Jadi pada ngambilin tanah, enggak tahu dari mana,” ujar Adi Pratama salah seorang warga, Jumat 26 Juni 2026.

Menurut Adi, meskipun muatan truk berubah menjadi tanah, beban kendaraan besar yang melintas tetap berdampak terhadap kondisi jalan dan keselamatan masyarakat. Hal ini membuat kebijakan pembatasan operasional tambang dinilai belum berjalan efektif di lapangan.

Kondisi tersebut menciptakan dilema sosial bagi masyarakat. Di satu sisi, warga harus menanggung dampak langsung berupa kemacetan, jalan rusak, polusi debu, hingga risiko kecelakaan. Namun di sisi lain, para sopir truk juga menghadapi tekanan ekonomi karena menggantungkan penghasilan dari aktivitas angkutan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya membuat aturan di atas kertas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang tegas dan adil. Solusi tersebut dinilai perlu memperhatikan keselamatan warga sekaligus keberlangsungan hidup para pekerja yang bergantung pada sektor angkutan tambang.

Masyarakat mendesak adanya penataan menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pengawasan operasional truk, hingga kebijakan yang mampu mengurangi dampak sosial dan ekonomi di wilayah Parung Panjang.

Publik berharap janji-janji pemerintah tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada keselamatan dan kepentingan bersama.(Igon)

Editor : Adr