Wisata Religi Pulau Cangkir Kronjo Dikuasai Pungli dan Bangli, Pemerintah Diduga Tutup Mata

Lenteraindonesia.net | Kabupaten Tangerang – Kondisi Pulau Cangkir di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, kian memprihatinkan. Kawasan wisata religi dan sejarah yang menjadi tujuan ziarah ke makam Pangeran Jaga Lautan itu kini dipenuhi bangunan liar serta praktik pungutan liar (pungli) dari oknum tidak bertanggung jawab.

Ketua Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Tangerang Raya, Agus M. Romdoni, menyebut hasil pantauan di lapangan menunjukkan banyak bangunan semi permanen berdiri di sepanjang akses masuk Pulau Cangkir.

“Bangunan liar itu digunakan sebagai kios atau warung tanpa tata kelola yang jelas. Selain merusak estetika, juga mempersempit akses jalan bagi peziarah dan wisatawan,” ujarnya, Senin (31/8/2025).

Selain masalah bangunan, pengunjung dan pedagang juga mengeluhkan maraknya pungli. Tarif parkir dipatok jauh di atas ketentuan resmi. Bahkan, beberapa pedagang mengaku dipaksa menyetor uang keamanan mingguan agar lapak mereka tidak digusur.

Agus menambahkan, keluhan ini sudah berulang kali disampaikan ke aparat desa dan kecamatan, namun hingga kini belum ada tindakan nyata. Pemerintah daerah pun diduga lepas tangan.

“Pulau Cangkir punya potensi wisata besar dan nilai sejarah tinggi. Sayangnya, dibiarkan kumuh dan dikuasai oknum-oknum yang merusak. Pemerintah seolah tutup mata,” tegasnya.

Masyarakat berharap adanya penataan ulang Pulau Cangkir, mulai dari penertiban bangunan liar, penghapusan pungli, hingga pengelolaan wisata yang lebih profesional dan transparan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Kronjo maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Tangerang belum memberikan tanggapan resmi terkait persoalan ini. (Red/ KJK)

Editor: Adr