Lenteraindonesia.net | Bogor — Proyek pembangunan Jembatan Kali Jeletreng di Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp750 juta itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, baik dari segi pelaksanaan teknis maupun transparansi penggunaan dana.
Berdasarkan data yang dihimpun tim investigasi media ini, pembangunan jembatan dengan volume P: 2 meter x L: 6 meter x T: 4 meter tersebut dibiayai dari program Bantuan Keuangan (Bankeu) Samisade Tahun Anggaran 2025. Proyek ini terbagi dalam dua tahap pencairan, yakni tahap pertama sebesar 60 persen (Rp450 juta) dan tahap kedua sebesar 40 persen (Rp300 juta).
Namun, berdasarkan hasil pantauan lapangan, sejumlah warga mempertanyakan kesesuaian antara nilai anggaran dan hasil fisik bangunan di lokasi. Mereka menilai, konstruksi jembatan yang relatif kecil dengan spesifikasi dimensi tersebut tampak tidak sebanding dengan nilai proyek yang mencapai tiga perempat miliar rupiah.

“Kalau dilihat secara kasat mata, jembatan ini sederhana. Kami hanya ingin tahu, benarkah biayanya sampai Rp750 juta? Karena kalau dilihat dari hasilnya, masyarakat jadi penasaran,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Kamis (23/10/2025).
Sementara itu, Ketua BP2Tipikor DPD Jabar, Sani Muhammad, menilai proyek Samisade memang perlu pengawasan ketat dan transparansi penuh. Menurutnya, proyek yang bersumber dari uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun administratif.
“Setiap rupiah yang digelontorkan lewat program Samisade wajib dipertanggungjawabkan. Kalau nilai anggarannya tinggi tapi hasilnya tidak signifikan, patut dipertanyakan,” tegas Sani.
Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) merupakan bantuan keuangan yang digagas Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tingkat desa. Namun, dalam praktiknya, program ini kerap disorot karena rawan penyimpangan dan lemahnya pengawasan lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan terkait dugaan kejanggalan dalam pembangunan Jembatan Kali Keletreng tersebut. Tim akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan guna memastikan kebenaran dugaan penyimpangan dalam proyek ini. (Red)
Editor: Adr











