Wednesday, October 14, 2026
spot_img
Home Dari Daerah Ditjenpas Jabar Gandeng PWI, Perkuat Keterbukaan Informasi dan Komunikasi Publik

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI, Perkuat Keterbukaan Informasi dan Komunikasi Publik

Lenteraindonesia.net | BANDUNG — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat memperkuat sinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat untuk meningkatkan komunikasi publik dan keterbukaan informasi mengenai penyelenggaraan pemasyarakatan.

Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, mengunjungi PWI Jawa Barat. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat, utuh, dan berimbang mengenai berbagai aktivitas serta dinamika di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Yudi Suseno menilai komunikasi dan kerja sama dengan insan pers merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Melalui sinergi tersebut, informasi mengenai kegiatan dan kondisi di lingkungan lapas diharapkan dapat disampaikan kepada publik secara tepat, transparan, dan sesuai fakta.

Menurutnya, komunikasi yang baik juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman terhadap berbagai persoalan pemasyarakatan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain memperkuat penyampaian informasi, kerja sama dengan organisasi wartawan diharapkan membantu petugas mengenali identitas wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang profesional antara petugas pemasyarakatan dan media.

Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon, menyambut baik upaya memperkuat hubungan antara organisasi wartawan dan jajaran Ditjenpas Jabar.

Menurut Tantan, komunikasi yang baik antara lembaga pemerintah dan media diperlukan untuk mendukung keterbukaan informasi serta memastikan masyarakat memperoleh pemberitaan yang proporsional.

“Kita memiliki kurang lebih 1.000 wartawan yang tersebar di kota dan kabupaten. Kami siap bersinergi,” ujar Tantan.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat komunikasi antara jajaran pemasyarakatan dan wartawan di berbagai daerah di Jawa Barat.

Dengan komunikasi yang terjalin secara baik, informasi mengenai aktivitas lapas maupun persoalan pemasyarakatan dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih jelas dan berimbang.

Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Sandy Ferdiana, mengatakan pemahaman yang utuh terhadap suatu persoalan menjadi kunci agar masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Sandy, penyampaian informasi yang lengkap dan berimbang membantu publik memahami berbagai peristiwa di lingkungan pemasyarakatan secara lebih objektif.

Karena itu, PWI Jawa Barat menyatakan siap mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat melalui praktik jurnalistik yang profesional dengan tetap mengedepankan akurasi dan keberimbangan.

Ia juga berharap komunikasi antara PWI Jabar dan Ditjenpas Jabar dapat menjadi ruang koordinasi untuk menyampaikan informasi serta mengklarifikasi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sinergi antara Ditjenpas Jawa Barat dan PWI Jabar diharapkan tidak berhenti pada pertemuan kelembagaan, tetapi berlanjut dalam komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan.

Hubungan yang profesional antara petugas pemasyarakatan dan insan pers dinilai penting untuk mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus menjaga akurasi pemberitaan mengenai kondisi di lapas.

Melalui kolaborasi tersebut, publik diharapkan mendapatkan informasi yang jelas, akurat, dan berimbang mengenai pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Jawa Barat.(***)

 

 

 

Penulis: Red/ N-Muhammad Taufik

Editor: Adr