Lenteraindonesia.net, Tangsel – Dr. Andian Parlindungan M.Ag selaku Calon Legeslatif (Caleg) DPR RI. Dapil Banten III, nomor urut. 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN), hadir mengunjungi warga masyarakat Kedaung, tepatnya di jl. Kav. Keuangan 1, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat, (19/1/24).
Kehadiran Andian Parlindungan selaku Caleg mengatakan kepada para awak media bahwa kehadiran saya ini disambut dengan antusias dan riuhnya tepuk tangan warga masyarakat.
“Saya ini alumni Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur, karena saya adalah seorang Ustadz dan ceramah di mana mana alias keliling, Bahkan Guru juga iya, apalagi Dosen.
“Saya mencalonkan diri sebagai Caleg atas dasar dukungan masyarakat, dan saya bergerilya kurang lebih satu tahun, keliling Kabupaten se tangerang raya bersosialisasi keluarga masyarakat, tokoh masyarakat, karena saya merasa di butuhkan oleh warga masyarakat, karena wakil rakyat harus mempunyai jiwa pengayom, jiwa petarung (berani) demi memperjuangkan aspirasi masyarakat,”tutur Andian alumni Gontor.
Namun ketika saya berkunjung dibeberapa daerah, banyak warga masyarakat berkeluh kesah sampai meneteskan air mata, maka dengan bersentuhan atau bertemu langsung dengan masyarakat kita tahu apa saja keinginan masyarakat.
“Permasalahan yang dominan adalah pendidikan, untuk saat ini sistemnya adalah sistem zonasi. Dengan terpilihnya saya nanti, insyaallah saya akan berusaha membantu masyarakat.
“Lebih lanjut masalah pengangguran, perceraian yang diakibatkan oleh perekonomian yang tidak stabil, dan juga kemiskinan, serta masalah sanitasi air bersih .
Karena hati nurani yang terketuk dalam permasalahan yang ada di masyarakat maka saya mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI, karena saya bukanlah mencari kekayaan semata, melainkan jiwa saya terpanggil, kemudian saya gak cari hebat kok, gak cari terkenal kayak artis, karena rejeki sudah ada yang ngatur, saya sudah ada, rumah, mobil, anak saya juga sudah kuliah semua.
“intinya hidup bukan saja bermanfaat buat keluarga namun juga bermanfaat untuk orang lain,” ada kata penutup yaitu BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI, TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA, ucapnya. (Faisol)











