Lenteraindonesia.net | Bandar Lampung – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Lamban Gedung Kuning (LGK), kediaman Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike, Kamis malam (10/7/2025).
Kunjungan Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Letkol Pnb Oktavianus Olga Satya Nugraha, S.M., beserta istri, Ny. Rissa Oktav, yang baru menjabat dua pekan, menjadi momen istimewa. Keduanya disambut secara adat Lampung melalui prosesi anjausilau, yakni tradisi penyambutan tamu kehormatan khas Sai Bumi Ruwa Jurai.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengenang masa kecilnya yang penuh kenangan di sekitar Lanud Bun Yamin, Menggala, Tulang Bawang. Ia menceritakan bahwa nama Lanud tersebut berasal dari nama ayah kandungnya, H. Bun Yamin — seorang tokoh pejuang asal Lampung yang mendedikasikan hidupnya untuk tanah air.
“Kunjungan ini bukan sekadar menyambut seorang pejabat militer, tetapi menyambut keluarga. Saya sangat tersentuh karena Lanud Bun Yamin memiliki nilai historis yang mendalam dalam hidup saya,” ungkap Dang Ike, yang juga dikenal sebagai tokoh adat dan mantan Kapolda Lampung.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum dan Bendahara Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS dan Rosita Gosi, serta sejumlah tokoh dari berbagai organisasi seperti wartawan, advokat, ormas, dan profesi lainnya. Dang Ike juga memperkenalkan sejumlah organisasi yang hadir, di antaranya PWDPI, Komite Pewarta Independen (KoPI), Laskar Lampung Indonesia (LLI), Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI), serta komunitas adat Gham Baylam.
Sebagai tokoh yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat di berbagai organisasi, Dang Ike menyebut kehadiran para tokoh ini sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan terhadap tamu kehormatan dari TNI AU.
Menanggapi sambutan tersebut, Letkol Pnb Oktavianus Olga Satya Nugraha menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas penyambutan yang megah dan penuh makna.

“Saya sangat tersentuh. Sambutan ini menunjukkan betapa kuatnya akar budaya dan nilai kekeluargaan di Lampung. Ini akan menjadi kenangan tak terlupakan dalam masa pengabdian saya,” ucap Danlanud.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi antara TNI AU dan masyarakat Lampung dalam menjaga ketahanan wilayah udara serta memperkuat peran sosial dan kemasyarakatan.

“Ini bukti nyata bahwa membangun daerah butuh kolaborasi semua elemen — adat, masyarakat sipil, dan institusi pertahanan,” tegasnya.
Sebagai simbol persaudaraan, Letkol Oktavianus memberikan cinderamata berupa miniatur pesawat tempur kepada Dang Ike. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, mencerminkan keakraban antara pejabat militer, tokoh adat, serta perwakilan berbagai organisasi yang hadir.
Momen ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, pelestarian budaya, dan kehormatan sebagai jati diri bangsa.(red)
Sumber: (Tim Media Group PWDPI)
Editor: Adr












