Menaker Yassierli Kunjungi PT Bukit Asam Tanjung Enim, Tekankan Penguatan K3 dan SDM Sektor Tambang

Lenteraindonesia.net | Tanjung Enim – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI) Yassierli melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan.

Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Kemnaker telah melakukan berbagai upaya penguatan K3. Di antaranya penyempurnaan regulasi dan standar K3 agar adaptif terhadap dinamika dunia kerja, peningkatan pelatihan serta sertifikasi SDM K3, dan perluasan sosialisasi budaya K3 kepada serikat pekerja maupun manajemen perusahaan.

Kemnaker juga memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, serta pemerintah daerah.

“Kami mendorong transformasi layanan K3 berbasis digital melalui penyederhanaan proses sertifikasi, penyempurnaan aplikasi Teman K3, peluncuran kanal pelaporan Lapor Menaker, serta penguatan basis data kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja agar penanganannya lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Yassierli.

Ia menegaskan, Kemnaker juga memperkuat integritas layanan K3 dengan penerapan pakta integritas, penangguhan izin PJK3 yang tidak patuh, serta penindakan tegas terhadap berbagai bentuk penyelewengan.

“Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban administratif. Perusahaan yang memprioritaskan K3 akan mampu menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha. PTBA menunjukkan komitmen kuat dalam hal ini,” tegasnya.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menegaskan K3 merupakan nilai fundamental dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan dan sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta keberlanjutan.

“Keselamatan adalah fondasi operasional. Kami memastikan seluruh kegiatan bisnis berjalan dengan standar K3 yang ketat untuk melindungi pekerja, mitra kerja, dan lingkungan. Komitmen ini terus diperkuat melalui pengawasan, pembinaan, dan keterlibatan aktif manajemen,” jelas Arsal.

Direktur SDM PTBA, Ihsanudin Usman, menyebut kunjungan Menaker menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengelolaan SDM dan K3. Saat ini PTBA memiliki 1.681 pegawai organik yang direkrut secara transparan, dengan lebih dari 20 persen merupakan perempuan dan hampir 30 persen menduduki jabatan struktural.

Mayoritas pegawai PTBA berasal dari generasi muda, yakni Gen Z dan milenial. Selain itu, operasional perusahaan juga didukung lebih dari 16 ribu tenaga kerja kontraktor dan alih daya dengan penerapan standar K3 menyeluruh.

PTBA telah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan ISO 45001:2018 di seluruh unit kerja. Program K3 dijalankan melalui pilar keselamatan kerja serta kesehatan dan lingkungan kerja, mencakup identifikasi risiko, inspeksi rutin, kesiapsiagaan darurat, hingga pemantauan kesehatan kerja.

“Capaian K3 PTBA tercermin dari nilai Frequency Rate dan Severity Rate yang berada di bawah benchmark nasional. Ini hasil komitmen kolektif seluruh insan perusahaan,” tambah Ihsanudin.

PTBA berharap sinergi pemerintah dan dunia usaha semakin kuat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing global, khususnya di Sumatera Selatan. (N. Siregar)

 

Editor: Adr