Lenteraindonesia.net, Tangsel – Refleksi Harlah Ke-102 Nadhlalul Ulama (NU), diawali khataman Al-Qur’an, buka puasa dan shalat Maghrib berjamaah. Dilanjutkan dengan pelaksanaan istighatsah tumpengan, lalu diskusi ‘Menelusuri jejak sejarah pergerakan NU di Kota Tangerang Selatan’, bertempat di Graha Aswaja NU Tangsel, pada pada Rabu malam (15/01/2025) / 16 Rajab 1446 H.
Kami atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengucapkan selamat, atas harlah (hari lahir) Nahdlatul ulama yang ke-102 tahun. Demikian disampaikan Pilar Saga Ikhsan saat hadir di acara Refleksi Harlah Ke-102 Nadhlalul Ulama (NU),
“Mudah-mudahan NU di Tangsel semakin solid, semakin maju lagi dalam menjalankan dakwah islamiyah, dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan juga mempertahankan NKRI dan kebhinekaan yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Kemudian Pilar menyebutkan, bangkitnya NU di Kota Tangerang Selatan selalu memberikan warna untuk syiar Islam di Kota Tangerang Selatan dengan segala karakteristik budaya dan masyarakatnya
“Pemkot merasa sangat terbantu dengan keberadaan NU di Tangsel,” tambahnya.
Secara survei, saya pernah membaca di satu atau dua lembaga survei bahwa masyarakat muslim di Tangsel itu 80% adalah warga NU baik struktural maupun kultural.
“Ini menunjukkan bahwa keberadaan NU di Tangsel cukup banyak jumlahnya,” imbuhnya.
Bentuk kecintaan kami terhadap NU, saya dan Pak Ben, sudah berjanji ingin membangun gedung Aswaja 2 PCNU Tangsel.
Yang bisa jadi contoh atau roll model, yang terbaik di Indonesia.
“Posisinya yang sangat premium, Bintaro Jaya, dekat Alun-Alun Kecamatan Pondok Aren. Mungkin di Indonesia untuk tingkat Kota/Kabupaten, termasuk yang yang terbaik. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam mencetak kader-kader sampai anak-anak usia dini NU,” ungkap Pilar.
Lanjutnya, jika bulan Maret 2025 kembali dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel, akan banyak gebrakan yang akan kami lakukan di kota Tangsel.
“Insya Allah besok ada gebrakan-gerakan lagi. Pak Ben dan saya akan mendukung penuh program-program NU. Bersama NU, Pemkot untuk membangun kota Tangerang Selatan, yang kita cintai,” tutupnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangsel KH Abdullah Mas’ud menjelaskan, bahwa istighatsah ini memiliki makna sebagai penanda perjalanan panjang NU dalam upaya mewujudkan kemaslahatan bagi seluruh umat.
“Dengan istighatsah ini, kita memberikan penanda untuk memperingati hari lahir NU yang ke-102 ini. Setelah ini, kita akan terus beristighatsah dengan berbagai cara demi kebaikan NU, Islam, negara Republik Indonesia, dan kemanusiaan secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas’ud juga menyampaikan bahwa Graha Aswaja PCNU Tangsel, pembangunannya, adalah swadaya murni dari warga NU dengan program infak 10ribu setiap hari Jumat.
“Keseluruhan dana pembangunan Graha Aswaja PCNU Tangsel, adalah dari donatur dan infak 10ribu setiap jumat. Jikapun ada infak dari Pak Ben dan Pilar, murni dari pribadi beliau,” tegasnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, KH Mas’ud mengatakan, kini telah berdiri Graha Aswaja 2 di wilayah Kecamatan Pondok Aren.
“InsyaAllah akan diresmikan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Staqut, pada tanggal 31 Januari 2025,,” tutupnya.
Turut hadir, Anggota DPRD Provinsi Banten, M. Aly Taufiq, Anggota DPRD Tangsel, Andi Wibowo, pengurus PCNU, MWC, Pagar Nusa, Muslimat NU, Patayat NU, dan lainnya. (Faisol)











