Lenteraindonesia.net | TANGERANG SELATAN – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan Kota Tangerang Selatan. SMP Negeri 14 Kota Tangerang Selatan berhasil lolos sebagai Finalis Sobat SMP Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Keberhasilan tersebut diraih berkat konsistensi sekolah dalam menerapkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) selama dua tahun terakhir.
Pengumuman finalis disampaikan Kemendikdasmen pada awal Agustus 2026. SMPN 14 Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu dari 15 SMP terbaik di Indonesia yang berhasil melaju ke babak final setelah melalui tahapan seleksi administrasi, presentasi, hingga verifikasi lapangan.
Kepala SMPN 14 Kota Tangerang Selatan, Syaiful, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjadi finalis merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.
“Ini adalah hasil kerja bersama seluruh warga sekolah. Kami konsisten menerapkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sejak dua tahun terakhir. Siswa merasa aman, guru nyaman mengajar, dan orang tua semakin percaya kepada sekolah,” ujar Syaiful, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.
Sejumlah program unggulan BSAN menjadi perhatian tim penilai nasional, di antaranya Zero Bullying melalui pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) serta program Kotak Suara Hati yang mampu menekan kasus perundungan hingga 90 persen.

Selain itu, budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) diterapkan setiap hari oleh guru, siswa, dan tenaga kependidikan sebagai upaya membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.
Program Jumat Bersih 15 Menit juga menjadi kebiasaan rutin seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan, disertai pengembangan Pojok Literasi dan Taman Hijau yang dikelola siswa sebagai ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan.
Tak hanya itu, SMPN 14 juga membentuk Duta BSAN, yakni siswa-siswi yang menjadi pelopor kampanye anti-kekerasan dan penggerak terciptanya iklim sekolah yang positif.
Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman juga berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Berdasarkan data sekolah, tingkat kehadiran siswa meningkat hingga 97 persen, sementara nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi mengalami kenaikan 8 poin dalam satu tahun terakhir.
“Kami ingin membuktikan bahwa sekolah hebat bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana menciptakan rasa aman bagi seluruh peserta didik. Ketika anak merasa nyaman, prestasi akan mengikuti,” tambah Syaiful.
Sebagai finalis, tim SMPN 14 Kota Tangerang Selatan dijadwalkan mempresentasikan praktik baik penerapan BSAN di hadapan dewan juri Kemendikdasmen pada September 2026 di Jakarta. Mereka juga akan mengikuti rangkaian kegiatan Apresiasi Sobat SMP 2026 bersama para finalis dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dukungan penuh datang dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Komite Sekolah, serta para orang tua siswa yang berharap SMPN 14 mampu mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan di tingkat nasional.
“Semoga SMPN 14 dapat membawa nama baik Kota Tangerang Selatan di tingkat nasional. Kami sangat bangga atas pencapaian ini,” ujar Ketua Komite Sekolah.
Sementara itu, salah seorang siswa, Pandya, mengaku bangga sekolahnya berhasil menjadi finalis Sobat SMP. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah yang aman mampu mendorong siswa untuk berkembang.
“Bagi kami, menjadi finalis Sobat SMP bukan sekadar mendapatkan piagam. Ini adalah bukti bahwa ketika sekolah aman dan nyaman, siswa berani bermimpi, berani bersuara, dan berani berprestasi,” tuturnya.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan SMPN 14 Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu sekolah rujukan dalam implementasi Permendikbudristek Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter.(***)
Penulis: Red/ Rama
Editor: Adr











