Lenteraindonesia.net | BOGOR — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mewakili Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, membuka International Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup II 2026 di Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Gedung Soemardhi, Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Kejuaraan internasional yang berlangsung pada 17–20 September 2026 tersebut diikuti 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim. Dari jumlah tersebut, terdapat 64 tim dari 10 negara, yakni Indonesia, China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Rusia, Singapura dan Thailand.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri jajaran pejabat Polri, Korps Brimob Polri, unsur TNI, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), komunitas olahraga dirgantara, serta atlet dan official dari dalam maupun luar negeri.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolri, disampaikan bahwa Kapolri Cup II 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan olahraga dan pembentukan karakter atlet.
“Ajang ini bukan semata-mata tentang kompetisi dan siapa yang keluar sebagai juara. Di dalamnya terkandung proses pembentukan karakter, nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kerja keras, pengendalian diri, serta sportivitas untuk menghormati lawan dan menaati aturan,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolri.
Kapolri menyebut nilai-nilai tersebut relevan dengan olahraga indoor skydiving yang membutuhkan kemampuan teknis, konsentrasi, ketepatan gerak, keseimbangan, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan presisi.
Ia juga mengajak seluruh atlet memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperluas persahabatan antarnegara.

“Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk menunjukkan prestasi terbaik, memperluas persahabatan, dan membangun semangat kebersamaan antara atlet dari berbagai negara,” lanjut amanat tersebut.
Kepada panitia dan personel pengamanan, Kapolri berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara profesional, aman, tertib dan lancar.
“Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu, sehingga kejuaraan ini mampu meninggalkan kesan positif serta mencerminkan kapasitas Indonesia, dalam hal ini Polri, sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” tegasnya.
Kapolri juga menekankan pentingnya mempertahankan semangat kolaborasi yang telah terbangun. Keberhasilan kejuaraan tidak hanya dilihat dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembinaan atlet, perluasan jejaring dan peningkatan kualitas olahraga dirgantara Indonesia.
“Selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik Saudara,” demikian pesan Kapolri kepada seluruh atlet.
Sementara itu, Ketua Komite Terjun Payung Indonesia, Irfan Zuladri, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Polri dan jajaran, khususnya Korps Brimob Polri serta Perkumpulan Terjun Payung (PTP) Polri, yang dinilai konsisten mendukung perkembangan olahraga terjun payung, termasuk nomor indoor skydiving.
Menurut Irfan, Kapolri Cup II menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan komunitas olahraga dirgantara terhadap fasilitas dan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi internasional.
PTP Polri bersama FASI, kata dia, telah berkelanjutan menggelar sejumlah kejuaraan indoor skydiving di Wind Tunnel Brimob.
Rangkaian tersebut antara lain Dankor Brimob Cup 2023, International Kapolri Cup 2024, Dankor Brimob Cup National Open 2025, dan International Open Kapolri Cup 2026.
“Hal ini sebagai bukti prestasi bagi negara Indonesia karena mendapat kepercayaan dari FAI sebagai induk organisasi olahraga dirgantara internasional, sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan olahraga dirgantara yang bergengsi,” ujar Irfan.
Irfan juga menyampaikan bahwa Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2026.

Menurutnya, kepercayaan tersebut turut dibangun melalui konsistensi penyelenggaraan kompetisi indoor skydiving di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
“Polri ternyata mampu berada di garis depan dalam membangun berbagai hal yang memungkinkan olahraga terjun payung, termasuk indoor skydiving ini maju dan berkembang, yang memacu lahirnya prestasi, tidak hanya di level nasional tetapi juga internasional,” katanya.
Ia juga menyoroti prestasi atlet Indonesia pada FAI Asian Indoor Skydiving 2024 di Makau. Atlet Indonesia yang diperkuat atlet dari lingkungan PTP Polri berhasil meraih medali perak dan perunggu pada nomor 4-Way Formation Skydiving putra dan putri.
Capaian tersebut menjadi salah satu catatan perkembangan pembinaan indoor skydiving nasional sekaligus partisipasi atlet Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia.
Ketua penyelenggara International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II 2026, Brigjen Pol. Kristiyanto Goetomo, S.I.K., S.H., M.H., menjadi bagian dari jajaran penyelenggara kompetisi di fasilitas Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas.
Kejuaraan mempertemukan atlet nasional dan internasional dalam sejumlah nomor indoor skydiving. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan Korps Brimob Polri dan jajaran Satbrimob, tetapi juga melibatkan personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta komunitas penerjun payung Indonesia.
Sementara peserta internasional berasal dari 10 negara. Dengan demikian, Wind Tunnel Brimob Cikeas menjadi titik pertemuan atlet indoor skydiving dari berbagai kawasan.
Wind Tunnel Brimob Cikeas merupakan fasilitas terowongan angin milik Polri yang diresmikan pada 2023. Fasilitas tersebut digunakan sebagai venue penyelenggaraan kompetisi indoor skydiving nasional maupun internasional serta mendukung pembinaan atlet olahraga dirgantara.
Melalui Kapolri Cup II 2026, Indonesia menjadi tempat bertemunya atlet, pelatih, juri dan komunitas olahraga dirgantara dari berbagai negara.
Kejuaraan yang berlangsung hingga 20 September 2026 tersebut diharapkan dapat memperkuat pengalaman bertanding atlet Indonesia sekaligus memperluas jejaring dan hubungan persahabatan antarnegara melalui olahraga.(***)
Penulis: Zakar/ Isk
Editor: Adr











