Lenteraindonesia.net I Bogor – Kepedulian terhadap kesehatan lingkungan disampaikan warga melalui pesan aspirasi kepada Bupati. Adalah Aminudin, S.H., Ketua Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara, yang menyampaikan keresahan terkait program Kampung Dayeuh Padjajaran.
Dalam pesannya, Aminudin mengucapkan salam dan menyampaikan unek-unek terkait bambu yang terpasang di setiap lingkungan desa dalam program tersebut.
“Assalamu’alaikum selamat siang Bapak Bupati, ijin sekedar unek-unek menyampaikan keresahan hati saya terkait Kampung Dayeuh Padjajaran sebagai program, yang saya khawatirkan terkait bambu yang terpasang di setiap tiap lingkungan desa, di mana bambu-bambu tersebut menjadi tempat penampungan air hujan ketika datang musim hujan,” tulis Aminudin, Senin (3/11).
Menurutnya, ketika bambu menjadi sarana penampung air, maka berpotensi menjadi sarang nyamuk yang akan membawa petaka bagi lingkungan.
“Ketika menjadi sarana air tentunya akan menjadi sarang nyamuk dan selanjutnya nyamuk-nyamuk tersebut akan membawa petaka terhadap lingkungan baik demam berdarah dan lainnya. Ijin hanya kekhawatiran saya aja Pak Bupati. Terima kasih, lanjutnya.
Pada pesan kedua, Aminudin menambahkan ironi di lapangan.
“Sementara bersih lingkungan digalakkan untuk pencegahan Demam Berdarah, Muntaber, Malaria, dengan adanya program Dayeuh Padjajaran sengaja membuat sarang nyamuk,” ujarnya.
*Konteks Kesehatan:*
Kekhawatiran tersebut relevan dengan musim hujan. Ruas bambu yang terpotong dan terbuka ke atas memang dikenal berpotensi menampung air hujan. Jika tidak memiliki lubang drainase di bagian bawah ruas, air akan menggenang dan menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Harapan Warga :
Aminudin berharap ada evaluasi teknis dari pemerintah daerah :
1. Membuat lubang drainase di setiap ruas bambu agar air tidak menggenang.
2. Pengecekan rutin oleh RT/RW dan kader kesehatan lingkungan saat musim hujan.
3. Sinergi dengan Puskesmas untuk sosialisasi 3M Plus dan fogging preventif jika diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait di Pemkab untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait evaluasi program Kampung Dayeuh Padjajaran.
Penulis: Redaksi Lentera
Editor: Adr











