Percepat Eliminasi TBC, Puskesmas Sukadana Skrining 80 Warga di Desa Sukadana

Lenteraindonesia.net | CIAMIS – UPTD Puskesmas Sukadana, Kabupaten Ciamis, terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan skrining sistematis yang terintegrasi dengan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan skrining kesehatan tersebut digelar di Aula Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Sabtu (25/7/2026), dengan diikuti sebanyak 80 warga.

Kegiatan turut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), unsur Forkopimcam Sukadana, Camat Sukadana, Kepala Desa Sukadana, Kepala UPTD Puskesmas Sukadana Yayat Hendayana, S.Tr.Kes., Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat.

Pelaksanaan skrining terpadu menjadi salah satu langkah UPTD Puskesmas Sukadana dalam mendukung program percepatan eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan. Di antaranya skrining gejala TBC, pemeriksaan dahak bagi peserta yang memenuhi kriteria, pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, hingga edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Kepala UPTD Puskesmas Sukadana, Yayat Hendayana, S.Tr.Kes., mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menemukan kasus TBC sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti, tetapi harus segera dideteksi dan diobati hingga tuntas. Dengan pemeriksaan sejak dini, peluang kesembuhan akan semakin besar sekaligus dapat memutus rantai penularan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Yayat menjelaskan masyarakat perlu mengenali sejumlah gejala yang patut dicurigai sebagai TBC, antara lain batuk selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan, demam yang hilang timbul, berkeringat pada malam hari, hingga batuk berdarah.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Menurut Yayat, upaya eliminasi TBC tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran keluarga dan masyarakat juga sangat diperlukan, terutama dalam mendukung deteksi dini dan mencegah penularan.

Keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC juga dianjurkan menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai arahan tenaga medis.

Melalui skrining sistematis yang terintegrasi dengan pemeriksaan PTM dan CKG, UPTD Puskesmas Sukadana berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat.

Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI-Polri, pemerintah desa, kader kesehatan, serta masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam memperkuat pencegahan dan pengendalian TBC.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung tercapainya target eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, kepatuhan menjalani pengobatan, serta dukungan masyarakat, upaya memutus rantai penularan TBC dapat dilakukan secara lebih optimal.(***)

 

 

Penulis: Agus Suryana

Editor: Adr